Minggu, 16 Juli 2017

Bejuang sebagai khalifah


Dinegara kita di kenal istilah demokrasi yang artinya suatu pemerintahan yang dalam pembentukannnya di jalankan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.artinya negeri ini terbentuk atas kesepakatan bersama yang idenya berasal dari rakyat dan dalam  pemerintahannya juga di kendalikan oleh rakyat serta tujuannya adalah kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
            Begitu pula dalam hubungannya antara manusia dengan Tuhan,melakukan demokrasi yang Saling mengikat janji dan kerja sama yang saling menguntungkan atau istilahnya di sebut juga sebagai perjanjian primordial.Menurut caknur perjanjian ini disebut sebagai “Demokrallah,” yaitu pemerintahan spiritual dunia akhirat yang di sepakati bersama,yang di rumuskan gagasannya oleh Allah ,lalu manusia menyetujuinya dengan sepenuh hati di mana Tuhan sebagai Penguasa Majelis Permusyawaratan Dunia Akhirat(MPDA),sedangkan manusia sebagai eksekutif(khalifah) di muka bumi, “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi…”,(QS.Fathir[35]:39) dengan menjalankan pemerintahannya dan di Bantu oleh para menteri dan panglima hati nurani,akal dan hawa nafsu manusia harus mampu mengendalikan dan menjalankan serta mensejahterakan rakyatnya dari berbagai golongan,seperti mata,hidung,telinga,mulut,tangan,kaki,dan kepala. Kemudian pada masa akhir jabatannya(meninggal)manusia harus melaporkan pertanggung jawabannya sebagai khalifah di Mahkamah Keadilan sang Maha Adil,Allah.
            Ada sebuah kisah Suatu hari sultan berjalan mengelilingi kota. Setiap orang membungkuk padanya kecuali seorang darwis tua. Sang Darwis tetap duduk dan terus berdzikir kepada Tuhan sembari memutar tasbih.Sultan berhenti dan memanggil Darwis itu agar menghampirinya.
            “Mengapa kamu tidak membungkuk padaku ketika orang2 membungkuk?”Tanya sultan.
            “Darwis itu menjawab,”Orang lain takut kepada kekuasanmu dan menginginkan hartamu.Pantaslah jika mereka membungkuk padamu.”Aku hanya takut pada Allah.Aku hanya mendambakan anugerahNya untukku.Jadi,tidaklah pantas aku membungkuk kepadamu.”
            Sang sultan merasa tersinggung,tetapi darwis tersebut melanjutkan jawabannya,”Selain itu ,seorang manusia yang bebas tidak boleh membungkuk ada seorang budak.”Wajah sultan memerah dan memucat karena marah.Para prajuritnya mulai mengunus pedang kepadanya.
            Dengan tenang sang darwis menukas, “Anda tahu,Anda masih menjadi budak dari kemarahan dan kehormatan anda,sementara aku telah membebaskan diri dari dominasi egoku dan sifat hewaniku.” Sultan kemudian menyuruh prajuritnya pergi.”Tinggalkan ia sendir.Ia hamba Allah dan berada di luar kekuasaan ku.”
            Ketahuliah seorang pemimpin bukan hanya seorang raja,presiden,sultan atau hingga ke  tingkatan paling bawah seperti ketua RT dan kepala rumah tangga.Memang semua jabatan ini adalah pemimpin hanya saja sebelum kita menjadi pemimpin seperti di jelaskan di atas kita harus tau bahwa meskipun kita tidak menjabat sebagai  presiden,menteri,gubernur hingga ketua RT atau belum menikah sekalipun agar menjadi kepala rumah tangga  seharusnya kita sadar bahwa kita semua adalah pemimpin yaitu pemimpin bagi diri kita sendiri . “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggung jawab tehadap kepemimpinan itu”. Kata Rasulullah.
            Hal ini yang harus di camkan baik-baik.Kalau kita baik dalam memimpin diri kita sendiri sesuai dengan tempatnya seperti  dapat memimpin hati bagaimana agar hati kita tenang,akal kita makin cerdas untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk,hawa nafsu terkendali serta di dukung oleh panca indera kita yang merupakan rakyat kita,paling tidak kita suda berhasil memimpin diri kita dari dalam sebelum kita memimpin ke luar dengan memegang jabatan apapun di masyarakat.
            Jika anda sudah bisa memimpin diri anda dengan sebaik mungkin berarti anda dapat di sebut sebagai Khalifah Tuhan  atau wakil,citra Tuhan yakni mewakili sifat sifat kebaikan tuhan seperti jujur(mewakili sifat tuhan yang Maha jujur),kasih sayang(mewakili sifat Tuhan yang maha pengasih dan penyayang),dan sifat-sifat Tuhan yang lainnya.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan